Skip to main content

DOA FIRMAN UNTUK GMI:

DO ALL THE GOOD YOU CAN – LAKUKAN SEGALA KEBAIKAN YANG BISA ANDA LAKUKAN

Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. 1 Tesalonika 4:10

Jemaat Tesalonika juga dalam keadaan ekonomi yang sulit. Namun mereka masih berupaya untuk mengirimkan bantuan kepada orang-orang di Makedonia yang dalam berbagai kesulitan besar, termasuk kemiskinan. Memberikan bantuan tidak harus menunggu kita menjadi kaya tetapi kita perlu memiliki hati yang peduli dan mau berbagi.

Gerakan Methodist lahir setelah Revolusi Industri. John Wesley sangat peduli dengan bencana yang terjadi baik karena alam atau pun akibat ulah manusia. Ia mengamati arus industrilisasi yang cepat mendatangkan berbagai masalah kesehatan dan keadilan ekonomi. Ia mengkritik dan mengecam keras segala bentuk eksploitasi, terutama terhadap anak-anak dan perempuan. Sebagai wujud konkrit, Methodist Centre—the Foundery di London dan New Room di Bristol juga memberikan pelayanan sosial kepada kaum lemah.

Di masa itu, pengetahuan medis masih sangat terbatas dan hanya terjangkau oleh orang kaya. John Wesley bahkan mengumpulkan berbagai informasi medis yang dibukukan, “Primitive Physick” dan mewajibkan para pengkhotbah di Inggris untuk membawa buku ini. Harapannya, mereka dapat memberikan bantuan medis kepada mereka yang sakit termasuk karena kontaminasi yang disebabkan oleh industrialisasi.

John Wesley selalu mengajarkan, “melakukan kebaikan—terutama kepada kaum lemah” merupakan salah satu ”sarana anugerah) [John Wesley membagi sarana anugerah menjadi dua, vertical “Works of Piety” dan secara Horizontal, “Works of Mercy.” Dalam khotbahnya “The Use of Money di poin, “Berikan sebanyak-banyaknya,” ia mengelaborasi perbuatan baik ini: “Lakukan semua kebaikan yang dapat Anda lakukan, dengan semua sarana yang dapat Anda pakai, dengan segala cara yang Anda ketahui, di mana saja yang dapat dijangkau oleh Anda, kapan saja Anda mampu, kepada semua orang yang dapat Anda jangkau, selama Anda dapat melakukannya.

 “Do all the good you can, by all the means you can, in all the ways you can, in all the places you can, at all the times you can, to all the people you can, as long as ever you can”.

Di kelililingi oleh berbagai bencana yang disebabkan alam dan ulah manusia, apa yang sudah kita, GMI, lakukan untuk meringankan penderitaan para korban?

 DOA:

Brikan kami hati, sperti hatiMu—Yang penuh dengan belas kasihan

Brikan kami mata, sperti mataMu--Memandang penderitaan disekelilingku

Brikan kami keberanian untuk melangkah menjangkau mereka yang yang membutuhkan pertolongan-Mu saat ini! Amin



Jakarta, 1 Desember 2025

Pdt. Paw Liang


#pltwrites #Wesleyanprayer #WesleyanSpirit #doinggood

 

 


Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...
The Theology of Giving PL THE The practice of unity in the early Church is most evident in the sharing of resources among the believers. The early Church existed to assist unfortunate people. Early believers cared for the poor both inside and outside the church. The Church was known as the organization of alms. Emperor Julian was impressed with the church’s charity work and imitated the Christian community by establishing many hostels in each city to help less fortunate town’s people and strangers. In the late first and early second century, almsgiving was regarded as equal to repentance from sin and considered better than fasting and prayer. In the church the rich and the poor lived together as one body. The rich supplied the poor with material needs, and the poor prayed for the rich. Regarding structure, the early Church was a house church, which implies “the church is the place for life” and is a house for human relationship (Pongudom 126-28). The principle of sharing resources refl...