Skip to main content

BE WISE AS HEARERS AS WELL AS DOERS

(James 1:21-27; 2:14-16—Ps Paw Liang)

The issues in this text: the people failed to listen and to learn from God’s word therefore there was no connection between their belief and the way they lived.
Three things involved from hearing God’s word to living our God’s word:

1. Good listening (v.19)
We listen for various reasons: to obtain information/knowledge, to kill time, for enjoyment, for learning or to listen for life? The Lord requires us to listen to His Word for life, to let the word of God shape and nourish us, to be the bedrock of our life! To save you ...The challenge is how to listen well? The ancient Chinese character “聽” (ting) reminds us: to listen with our ears as well as our eyes, and heart, with an undivided attention as if we’re listening to a king.  Second challenge, to listen with a clear purpose, ... and humbly accept the word planted in you, which can save you. To listen for “life”, for the abundant life as promised by Jesus (John 10:10b).

2. Good memory (vv22-23)
The word of God is a mirror for us to see our original image created by God, the imago dei (image of God). In a broken world we can only see broken images—image of self, marriage, family, professional life Or even image of church. We look into the word of God to see the image of God we have lost and to grow into this image.  We need to work on our memory and to retain God’s word.


Richard Foster (in Celebration of Discipline) suggests four steps:
1. Repetition (read it several times)
2. Concentration (focus on one or two points that pop out to you)
3. Comprehension (finding the knowledge of the truth)
4. Reflection (define the significance of the text, to see things from God’s perspective).

3. Good and Strong Will to do God’s will (vv25-27; 14-16)
How much can we rely on our own will? Even when we have a strong will to do whatever our hearts have purposed, will our will work the same in doing God’s will? Paul prayed for the believers, “I pray that out of his glorious riches he may
strengthen you with power through his Spirit in your inner being (Ephesians 3:16). We need the empowerment by the Holy Spirit to purify and strengthen our will, enabling us to do God’s will.

God will is clear, obedient is hard! May God give us a willing an obedient heart!
Humble to listen! Take time to reflect and God’s word! With the help of the Holy Spirit making every effort to live our His word!


Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...