Skip to main content
WELCOMING LOVE
(Isaiah 11:1-10—Preacher: Ps Paw Liang)

The people of Judah was facing leadership crisis. The King from the line of David had walked out from God’s way. They began to follow the way of the surrounding nation. Yet, Isaiah affirmed them that God would keep His  promise.  The Messiah will come from the line of David (the stem of Jesse vv1,10). God’s plan will not be distorted by human depravity.

The prophecy will be fulfilled in the last day, yet the reign of the King has started with the first coming of Jesus Christ. Likewise, eternity is not started at the end time, but our life will continue into eternity where God will make everything perfect for us.

Advent reminds us that  we need to full anticipation of the second  coming of Jesus Christ. The question is how do we prepare our selves to welcome Him? 

First, turn or return to His love. Once we accept Jesus Christ, His Spirit is within us, remains in our soul. As we prepare room for Jesus, let the Spirit lead us to repentance—to turn away from sins. As the presence of His Spirit, Christ will become more and more ‘real’ for us—we have the assurance that He has forgiven and redeemed us (Eph 2:9-10). 

Second, as the Spirit leads, I will seek His way and not my way: What God want me to do or to be? What’s His will for me, my church, for the world? We long to hear what God has to say and His word becomes vital for our life. His Word will give me strength and encouragement. His word will direct my steps. Reading Bible becomes a need and a pleasure, a delight for our soul. 

Third, we become more and more aware that we need His grace and mercy. Sin and evil will not just get away once we have Christ in us. We are aware that with our own strength we find it difficult even to conquer our own flesh / humanity, we need God’s grace and mercy.

When we begin to let the Spirit of Christ begin to guide and reign in us, He will instill the Spirit of Christ... the Spirit of wisdom and of understanding, he Spirit of counsel and of might, the Spirit of the knowledge and fear of the Lord (v2).

When the love and grace of Christ live and work in our life, we will not be to focus on ourselves. Rather we will fix our eyes on God. When ‘the self’ is no longer in the centre, we will not take ourselves too highly and important, at such sharing God’s love and living at peace with each other will become easier.

As the Spirit of Christ is working in us, He will lead us towards the picture of shalom (perfect peace and harmony) in Isa 11:2-9—The wolf will live with the lamb—we then will have a ‘foretaste’ of heaven. The longer we walk with Christ, the love of Christ in us will grow consequently the peace and harmony will increase in parallel. 

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...