Skip to main content
WAITING IN HOPE
“I always thank my God for you because of his grace given you in Christ Jesus. For in him you have been enriched in every way—with all kinds of speech and with all knowledge—”
‭‭1 Corinthians‬ ‭1:4-5‬ ‭NIV‬‬

Most of us face a myriad of different pressures and life challenges. For some, it feels like they are living in a pressure cooker. How about you? How do you cope (or overcome) your life-pressure? Pressures that seem no end—strong, dominant, possessive spouse? Unending family feuds? Sickness? Bussiness bullies, etc... We can’t wait for all these to end as soon as possible. For quick solutions, people may consider to get lawyers to solve their marital problems and family feuds. Or whatever ways that can put all the tensions to the end...(Just beware that we always take God into consideration, before we decide or act!)
The anxiety may be too great! Our emotional and spiritual (and perhaps physicsal as well) muscles can’t endure the pressures! We can’t wait ... Some may call upon the Lord to hasten His coming to end all these evil and pressures of life! In His desperation in dealing with the pressures from the enemies and the people of Israel, Isaiah did the same... calling upon the Lord, “Oh, that you would rend the heavens and come down, that the mountains would tremble before you!” Isaiah 64:1 NIV
Yet, God won’t act like a protective parent who will help to clear their children’s messes. Rather, He equippes us to cope and overcome life pressures! Be known that we who are in Christ, we have His grace and have been enriched in every way—with all kinds of speech and with all knowledge—” 1 Corinthians‬ ‭1:4-5‬ ‭NIV‬‬
I pray that the grace of Christ which is in us will calm our hearts and give us the endurance in dealing with this complexity of life! And help us to make use of His grace and richness, creatively coping and even overcoming all these pressures!
Have a blessed Advent! And let’s wait with an open heart as the Lord unfolding His grace and hope to us!
~plt051217

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...