Skip to main content

KASIH ARTINYA MEMBERI PERHATIAN

 


RABU, 2 JUNI 2021 DEVOSI & DOA PAGI

KASIH ARTINYA MEMBERI PERHATIAN

Filipi 2:1-2

1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikirdalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Therefore if you have any encouragement from being united with Christ, if any comfort from his love, if any common sharing in the Spirit, if any tenderness and compassion,

Surat ini ditujukan untuk ‘kehidupan bersama’ dan perlu dibaca dengan membayangkan kita sedang bersama-sama sebagai satu gereja atau satu kelompok dan Paulus sedang mengingatkan kepada kita: Karena ‘kalian’ ada di dalam Kristus . . . maka di dalam persekutuan kalian akan mengalir penghiburan kasih (comfort from his love), persekutuan roh, dan belas kasihan . . .

Apakah Anda merasakan kasih Kristus mengalir di dalam komsel/MDB Anda? Sejauh mana kasih itu sudah mengalir keluar dari diriku, sehingga ketika aku memikirkan satu-per-satu teman-teman dalam kelompok kecil, aku merasakan ada gerakan untuk mengasihi….? Sebaliknya aku juga merasakan ada kasih Kristus di dalam diri temanku?

DOA:

Berdoalah dengan memakai ayat 1 saja, rasakan penghiburan dari kasih Kristus yang mengalir dalam hidupmu dan mintalah Tuhan membantu Anda untuk mampu mengasihi, memberi perhatian kepada sahabat / calon sahabat Anda, perhatikan ketika Roh Kudus menggerakkan hati Anda untuk memiliki rasa sayang dan belas kasihan kepada teman / sahabat Anda melampaui segala kejengkelan ataupun persepsi negative.

AYAT HAFALAN:

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasih 1 Yoh 4:11

KOMITMEN:

Berikan waktu untuk Tuhan, berikan kasih (perhatian), dan konsisten. Kasih artinya memberikan perhatian. Love means paying attention… bukan sekali-sekali, bukan juga sesekali, tetapi senantiasa …. Mulai saat ini mari belajar memberikan “perhatian kepada teman-teman dalam kelompok Anda! (plt)

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...
The Theology of Giving PL THE The practice of unity in the early Church is most evident in the sharing of resources among the believers. The early Church existed to assist unfortunate people. Early believers cared for the poor both inside and outside the church. The Church was known as the organization of alms. Emperor Julian was impressed with the church’s charity work and imitated the Christian community by establishing many hostels in each city to help less fortunate town’s people and strangers. In the late first and early second century, almsgiving was regarded as equal to repentance from sin and considered better than fasting and prayer. In the church the rich and the poor lived together as one body. The rich supplied the poor with material needs, and the poor prayed for the rich. Regarding structure, the early Church was a house church, which implies “the church is the place for life” and is a house for human relationship (Pongudom 126-28). The principle of sharing resources refl...