Skip to main content

Posts

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...

Catholic Spirit (1739) by John Wesley - an excerpt

2 Kings 10:15    15 Setelah pergi dari sana, bertemulah ia dengan Yonadab bin Rekhab yang datang menyongsong dia. Ia memberi salam kepadanya serta berkata: "Apakah hatimu jujur kepadaku seperti hatiku terhadap engkau?" Jawab Yonadab: "Ya!" "Jika ya, berilah tanganmu!" Maka diberinyalah tangannya, lalu Yehu mengajak dia naik ke sampingnya ke dalam kereta. Latar Belakang Khotbah: Khotbah ini dibuat setelah Wesley kembali dari misi di Georgia di benua Amerika (1735-1737); misi yang telah banyak membuka wawasan dan pemikirannya. Seperti ucapannya yang terkenal, “untuk hal yang non-essensi, berikanlah kebebasan; untuk segala sesuatu yang mendasar, jagalah kesatuan; dan dalam segala sesuatu tunjukkanlah kemurahan. (In essential, unity; non-essential, liberty, in everything, charity). Khotbah ini menghimbau para Methodists untuk menjaga kesatuan dan tidak mudah terpecah belah untuk hal-hal yang tidak mendasar. Perbedaan pendapat sering menimbulkan perselisihan...

Reading between the line - Seni berkomunikasi

A berkata kepada B, bisa dapat visa ke Israel. Biayanya 400 ....  (tidak jelas, apakah ada disebut 400 ribu atau 400 dolar, karena nadanya terdengar 'wajar' dan 'menjanjikan' artinya cukup 'ril' B menangkap, oh... 400 ribu mah tidak mahal. Ok lah.... Kemudian C, teman A, mengecek langsung ke agen ...  Ketika B meneleponin C, C masih ada di tempat agen C juga terdengar biasa, tidak ada nada kaget. C langsung memberikan hp ke agen... agen berkata benar, 450 B berpikir, 450 sedikit lebih mahal dari yang pernah dibilang A ok lah... cek en ricek ternyata bukan 450 rb rupiah, tetapi 450 USD kesimpulan ... # Nada bicara bisa mengecoh pendengar # Mahal atau murah adalah relatif, bagi B atau pun C mungkin 450USD dolar itu biasa, sehingga tidak ada nada 'kaget' -- Bagi si B -- tidak pernah kebayang, kalau biaya pengurusan visa bisa semahal itu -- membaca ke bawah, bukan 'dolar' tetapi 'rupiah' Pelajaran: - Kenali 'persepsi' dan ekspe...

On Family Religion

(Dasar Iman untuk Kehidupan Keluarga) Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" (Yosua 24:15b) Nats ini merupakan pidato/khotbah terakhir Yosua, sang Jenderal dan Kepala Suku. Setelah melewati berbagai rintangan, berkat pimpinan Tuhan, bangsa Israel berhasil kembali ke tanah Perjanjian. Perlahan-lahan mereka mulai menikmati ketenangan dan kesejahteraan hidup. Yosua menghimpun seluruh bangsa Israel. Ia mengingatkan kembali kasih dan kesetiaan Tuhan, mulai dari ketika Allah memanggil Abraham dan menuntunnya ke Kanaan; menghindari paceklik, Allah membawa mereka ke Mesir, melihat penderitaan mereka, Allah membawa mereka kembali ke Kanaan – tanah yang penuh dengan susu dan madu seperti yang dijanjikan Allah kepada nenek moyang mereka Abraham. Setelah melewati segala suka duka ini, bagaimana seharusnya bangsa ini  meresponi kesetiaan dan belas kasihan Tuhan. Diawali dengan sebuah saran, “takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan s...
Menjadi Mitra Allah yang Setia Matius 11:1-6 Sudah setahun berselang sejak Yohanes membaptis Yesus di Sungai Yordan. Dengan bangga Yohanes Sang Perintis, memperkenalkan Mesias yang sudah berabad-abad dinantikan kedatanganNya, “Lihat, inilah Anak Domba Allah! .. Dia harus bertambah besar dan aku harus bertambah kecil.” (Yoh. 1:15-36) Namun apa yang terjadi? Orang Farisi dan ahli Taurat tetap saja sombong seperti dulu dengan segala atribut rohani mereka. Yang miskin, tetap saja miskin, yang jahat tetap saja jahat. Penjajah Romawi tetap saja berkuasa dan Herodes tetap saja sewenang-wenang, bahkan karena iman dan integritasnya, kini Yohanes, mitra Kristus yang setia, harus mendekam di penjara. Benarkah Mesias itu sudah datang? Kalau iya, mengapa tidak ada perubahan? Sampai kapan IA akan mulai bertindak? Kenapa IA sepertinya tidak bergeming melihat kejahatan dan kelaliman yang ada. Bagaikan seorang rabi yang miskin dan tidak berdaya, IA hanya bisa mengajar dan memberitakan Injil (Mat. 1...

Business as Mission

In the past we heard about 'tent-making' means someone was sent to a mission field. He or she needs to do something for their living as they try to spread the Gospel. Lately there is a term/movement 'Business as mission' -- means it's purely business and purely mission. How does it work? Set up a business and it's profit making - use the profit to finance the mission.  Business is business with a note you do it in Christians ways, observing the Biblical Ethics. While you do business, do it with all good intention without any hidden agenda without setting any trap to get people into Church. As you relate to people in the business world, they will see the different -- you be the salt and light of the world. On the other hand, business will also create more jobs for people. Second, use the profit to support the mission.  Long time ago, the Mennonite churches in Indonesia has tried to prepare a piece of land for each of their rural congregation. The field will...

Hari HIV/AIDS 2010 - 1 Desember

Dalam pelatihan untuk Hamba Tuhan Perempuan (termasuk beberapa istri hamba Tuhan), peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai HIV AIDS yang dibawakan oleh Ms Maheswari Boopathi dari Madurai, Tamil Nadhu (India) - Direktur Centre of Rehabilitation for Infants and Female.  Peserta menyadari perlunya memberikan edukasi yang sama untuk jemaat dan masyarakat. Saat ini steering committee sedang mempersiapkan materi pengajaran power point dan buku manual dalam bahasa Indonesia. Bahan ini juga akan disosialisasikan pada Konas Peruati (Persekutuan Wanita Berpendidikan Teologi di Indonesia)  2011 di Menado. Buku ini akan diberikan kepada peserta pelatihan dan siapa yang berbedan untuk memberikan edukasi kepada jemaat dan masyarakat setempat dengan pengganti ongkos cetak. Bekerja sama dengan World Vision, setelah dari Menado, pelatihan juga akan diberikan kepada gereja/gereja di Papua, dikordinir oleh Peruati. Pada pelatihan untuk Kepemimpinan Perempuan Muda tahun 2009/201...