Skip to main content

Business as Mission

In the past we heard about 'tent-making' means someone was sent to a mission field. He or she needs to do something for their living as they try to spread the Gospel.

Lately there is a term/movement 'Business as mission' -- means it's purely business and purely mission. How does it work?

Set up a business and it's profit making - use the profit to finance the mission. 

Business is business with a note you do it in Christians ways, observing the Biblical Ethics.
While you do business, do it with all good intention without any hidden agenda without setting any trap to get people into Church. As you relate to people in the business world, they will see the different -- you be the salt and light of the world. On the other hand, business will also create more jobs for people.

Second, use the profit to support the mission. 

Long time ago, the Mennonite churches in Indonesia has tried to prepare a piece of land for each of their rural congregation. The field will help to support the pastor and their family, as well as the church.

Several decades ago, Paul Cho Yong Gi build an impressive buildings... rent some parts of the building for profits, set up their own business... Yoido's Newspaper will make lots of profit from their members alone... 

The City Harvest, led by Kong Hee bought half of Suntec City, using the same principle like the Yoido Church -- get into fashion business, making money mostly from their own members who are mostly below 35 years old.

Yes, these two churches belief in 'prosperity theology' -- but the business to support mission and church work, may not be completely wrong after all. 

But how about other conventional churches, especially in developing countries? 

The Western Churches are declining if not dying; mission funds only depend on the endowment funds left behind by the rich Christians in the past.Many in the East are still look up to the West for their resources both financially as well as inspiration.

As the matter of fact, can we tell people, "thou shall not live by bread alone, but by the Word that come forth from the Lord." while people are struggling with their living -- wondering how to send their children to school? In some places, the South Church whose members are mostly from the grass-root communities, who mostly work from hands to mouth, yet for the sake of mission, the church managed to convince them to give their 'two coins' and we praise them for their faith and use them for examples in fundraising.

The past evangelism during the colonial time used to allure people to come to church by offering them 'bread' -- in Nias and Batak land;giving them used clothes, medicines, food, and tobacco. Created dependency and inducing them physically with nicotine :)

I wonder, if we are actually the same mistake sometime?

I believe, it''s time to re-think the nature of church and ways of doing church.

Comments

Popular posts from this blog

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...
Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...