Skip to main content

Ibadah Tahun Baru, 1 January 2021

 MENJADI MURID YESUS

1 Yohanes 2:6 –Pdt. Paw Liang

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. 1 Yohanes 2:6

ARTI MURID
Murid artinya seorang pengikut, pembelajar, magang. Di zaman Yesus, seorang murid akan mengikuti Sang Guru ke mana sang guru berada. Demikian juga murid Yesus. Murid Yesus melihat, mendengar, mengamati, memelajari, dan meniru apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Yesus. Ketika tidak ada orang lain, Yesus akan menjelaskan lebih mendetil kepara para muridNya . . . tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri (Mar 4:34). Pergaulan dengan  Yesus membuat para murid semakin mengenal Yesus dan bertumbuh semakin hari semakin seperti Yesus dalam karakter (hati, pikiran, sikap, kebiasaan) dan pelayanan.

  

MURID YESUS MASA KINI

Ketika mendengar kata murid, pemuridan, discipleship/disciplemaking, sering pikiran kita hanya tertuju kepada para remaja dan anak muda atau orang yang baru mengenal Yesus. Sesungguhnya menjadi murid Yesus ada keseluruhan hidup kita. Menjadi murid Yesus bukan hanya terbatas di gereja. Menjadi Murid Yesus bukan juga hanya sekedar ‘aktivitas dan kegiatan di gereja / persekutuan Kristen.’  

 Menjadi murid Yesus, hidup dengan Roh Kristus—seperti himbauan Paulus: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Fil 2:4). Menjadi murid Yesus adalah “bagaimana kita menjalankan hidup kita dengan Roh Yesus—nilai, prinsip, pikiran, perasaan Yesus—sebagai orangtua, sebagai anak, sebagai menantu, sebagai mertua, sebagai bos/karyawan di tempat kerja, di tengah masyarakat.

 

SARANA ANUGERAH UNTUK MENJADI SEPERTI YESUS

Firman, Doa, Ibadah, Puasa, dsb adalah “sarana” yang dipakai Tuhan untuk membantu kita semakin mengenal Tuhan, kehendakNya, dan dengan kuasa Roh Kudus membantu kita untuk bertumbuh berangsur-angsur menjadi semakin serupa dengan Kristus, dalam segala hal.

 Untuk bertumbuh, kita perlu “mengosongkan diri” – meninggalkan dan menanggalkan hal-hal yang memenuhi hati, pikiran, jiwa kita sehingga tidak ada ruang untuk Roh Kristus. Yesus meminta kita, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. “ Menanggalkan segala ke-AKU-an kita (menyangkal diri), dan membuat ruang untuk dipenuhi dengan diri Kristus.

 Di awal tahun ini, mari kita bertekad untuk “Menjadi Murid Yesus” Seandainya Anda hanya bisa membawa 20 kg (20 hal) untuk memasuki hidup yang kekal di sorga: Apa yang “perlu” Anda bawa? Dan apa yang “perlu” ditinggalkan?

 Untuk itu, dengan pertolongan Roh Kudus, tulislah:

 Apa yang ingin dan perlu aku “tinggalkan” …. (hal-hal yang bersifat materi: keuangan, hobby, . . )?

1.

2.

3.

Apa yang ingin dan perlu aku tanggalkan . . . (karakter: sikap dan kebiasaan)

1.

2.

3.

 

Setelah itu, secara rutin, LAKUKAN

1. Sarana Anugerah—firman, Doa, Ibadah, Persekutuan (Bands, Class meetings), Perjamuan Kudus, Amal (aksi sosial) . . . Lakukan bukan sebagai “kewajiban” tetapi “dengan kerinduan” untuk mencari dan berjumpa dengan Kristus dan dipenuhi dengan anugerah dan Roh Kristus.

 

2. MENGECEK (EXAMEN) . . . Bersama Roh Kudus, mengecek dengan rutin sejauh mana “anugerah-anugerah  ini” sudah bekerja dalam hidupku . . .membantu aku meninggalkan diri sendiri dan semakin diisi dengan diri Kristus, membantuku semakin hari semakin seperti Yesus

 

PERJAMUAN KUDUS & DOA DAN JANJI MURID UNTUK 2021

Di hari pertama tahun 2021, mari kita sebagai pribadi dan sebagai satu Tubuh Kristus ‘memperbarui janji kita sebagai murid’ – Janji yang telah kita ucapkan ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Roti dan Anggur ini merupakan “Janji Kristus” kepada kita.  Roti dan Anggur ini juga merupakan anugerah dimana Roh Kristus hadir, bahasa Inggris disebut Holy Communion (komuni kudus). Roti dan Anggur, perjumpaan dengan Kristus menjadi anugerah dalam hidup kita—memampukan kita untuk bertumbuh menjadi murid Kristus dan hidup dalam rancangan dan kehendak Allah.

 Dalam tradisi Wesleyan, 1 January John Wesley mengajak semua orang Methodist untuk memperbarui janji dengan Tuhan (Renewal of Covenant). Pertemuan pertama dilakukan 1 January 1776 di London dihadiri oleh 1800 orang.

 DOA KOVENAN (PERJANJIAN) WESLEYAN

Hidupku bukan milikku, tetapi milikMu

Jadikan aku sesuai kehendakMu.

Tempatkan aku bersama siapa saja yang Engkau kehendaki.

Tempatkan aku dalam pelayanan. Tempatkan aku dalam penderitaan.

Biarkan aku ditempatkan untuk bekerja bagiMu atau dipisahkan bagiMu.

Dipuji karena Engkau atau dikritik karena Engkau.

Biarkan aku berkelimpahan. Biarkan aku hampa.

Biarkan aku memiliki segala sesuatu. Biarkan aku tidak memiliki apa-apa.

Dengan bebas dan dengan sepenuhnya—

Aku menyerahkan segala sesuatu demi pelayanan dan kemuliaanMu.

Dan sekarang, Tuhan yang Dahsyat dan Maha Kudus,

Pencipta, Penebus, dan Penopang.

Engkau adalah milikku dan aku milikMu.

Dan jadilah seperti ini.

Dan Perjanjian yang telah aku buat di bumi.

Biarlah ini juga menjadi perjanjian di surga. Amin.

Kiranya Roh Kudus memateraikan kerinduan hati kita dan memampukan kita untuk meninggalkan dan menanggalkan ke-AKU-an kita untuk diisi dengan “YESUS KRISTUS” memampukan kita untuk bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus dalam segala hal. (plt)

 

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...
The Theology of Giving PL THE The practice of unity in the early Church is most evident in the sharing of resources among the believers. The early Church existed to assist unfortunate people. Early believers cared for the poor both inside and outside the church. The Church was known as the organization of alms. Emperor Julian was impressed with the church’s charity work and imitated the Christian community by establishing many hostels in each city to help less fortunate town’s people and strangers. In the late first and early second century, almsgiving was regarded as equal to repentance from sin and considered better than fasting and prayer. In the church the rich and the poor lived together as one body. The rich supplied the poor with material needs, and the poor prayed for the rich. Regarding structure, the early Church was a house church, which implies “the church is the place for life” and is a house for human relationship (Pongudom 126-28). The principle of sharing resources refl...