Skip to main content

FAITH AND GOOD DEEDS

“Suppose you see a brother or sister who has no food or clothing, and you say, “Good-bye and have a good day; stay warm and eat well”—but then you don’t give that person any food or clothing. What good does that do? So you see, faith by itself isn’t enough. Unless it produces good deeds, it is dead and useless.” James‬ ‭2:15-17‬ ‭NLT‬‬
I accepted Jesus to be my Lord and Saviour when I was at Primary 4. I was put to make a decision after reading a Muslim comic about hell. And I knew to escape hell, I need Jesus, the only way to heaven.
One thing that troubled me that time, “what will happen to grandma?” She had died possibly without ever heard about Jesus. To me she was an angel, the kindest person I had known. Without fail, she would feed two crippled brothers who came her house every day. They were unable to make their own living, poliomyelitis since they were infants. In those days, the crippled esp if they were also poor were despised. Perhaps the same in the 1st century as well as in today’s 21st civilisation. Grandma didn’t give them the leftovers, but she prepared enough food to feed the family and these two crippled men, as if they, too, were her responsibilities.
Wasn’t hers a living faith? Unreservedly helping the needy, the outcast?
Surely no one will ever have enough good deeds to earn heaven, not even my angel-grandma. Salvation is only by God’s grace. (Later as I grew more mature in faith, I believe somewhere, somehow grandma must have had a divine appointment with Jesus, in her lifetime or in the other realm believing God is all just, all powerful and all loving.)
How about we who claim to know and believe in Jesus, and have been given the eternal life? As the Spirit of Christ lives in us, will His grace and mercy not move us to touch others’ lives? Do we feel what Jesus felt when He saw the poor and the helpless? Do we do what He did?
When seeing the poor and the destitute, Jesus was moved with compassion because they were harassed and helpless, like sheep without a shepherd (Mat 9:36). When seeing the 5000 hungry followers, He was concerned about them and fed them before sending them back to their villages.
“Whoever claims to live in Him must live as Jesus did.” 1 John‬ ‭2:6‬ ‭NIV
~plt140818

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...