Skip to main content

YOU TOGETHER ARE GOD’S TEMPLE

“Don’t you know that you yourselves are God’s temple and that God’s Spirit lives among you? If anyone destroys God’s temple, God will destroy that person; for God’s temple is sacred, and you together are that temple.” ‭‭1 Corinthians‬ ‭3:16-17‬ ‭NIV


In this letter, two times Paul mentioned the body as the Temple where God’s Spirit lives: 1 Cor 3:16, the body of believers (the church) and our physical body in 6:19.

The church, the body of Christ, the Temple of God is precious to God. It’s God’s dwelling place! Paul was referring to the people who have been redeemed by Jesus, and are called to follow Him, to be His people, His disciples and not the physical building.

Since Constantine, in the 4th century, until now, or even since King David time (1 Chro 22:1-5,14) people spent lots of fortune to care for the physical building! But how much resources (time, energy, thoughts, and wealth) have been used to nurture the people who together become the dwelling place of God’s Spirit?

Paul reminds us the body is sacred to God. How well have we been taking care of this body of believers? What can we do better? Have we been knowingly or unknowingly contribute to the destruction of this body! The Corinthians weaken the body with their quarrelsome and partisan spirit. Perhaps they loved themselves too much and failed to notice others, not even God! That’s why they failed to hear God’s voice!

Paul makes it clearer in Ephesians 2:21, “In him the whole building is joined together and rises to become a holy temple in the Lord.”

Two things we need to be—

First, each of us need to be in Christ.

Second, to be joined togeher, encouraging and building each other up with Christ as the foundation! (1 Thes 5:11; Cf Phil 2:1-11)

A person or even a family alone won’t become God’s Temple. God’s temple is sacred, and you, people of God, together are that temple.

Who will you build up today within your community of believers? May His promise stay with you—“God is able to bless you abundantly, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work.” ‭‭2 Corinthians‬ ‭9:8‬ ‭NIV

~plt180118

#pltwrites

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...