Skip to main content
WHEN THE MATTER IS TOO BIG
Psalm 131

“LORD, my heart is not proud; my eyes are not haughty. 

I don’t concern myself with matters too great or too awesome for me to grasp. Instead, I have calmed and quieted myself, like a weaned child who no longer cries for its mother’s milk. Yes, like a weaned child is my soul within me. 

O Israel, put your hope in the LORD — now and always.” Psalms 131:1-3 NLT

Have you come across challenges and obstacles which are beyond your resources and comprehension?

As a child, when facing such a task or trial, (a bully, difficult homework, etc) you may immediately look up to your mom or dad, or some adult you think they may be able to help.

As an adult, what do you do when the matters are too big for you to handle! Some may said "I love challenge! Nothing can stop me!" You will try to prove yourself!" That's perhaps the haughty spirit in us is talking.

Some may be overwhelmed and paralyzed by the matters (among the complicated life issues perhaps the most draining for us will be relationship then financial problems). 

We often trapped in these two extremes: trying to prove ourselves with all our might or suck by worries and fears without having abilities to overcome.

This psalm is an expression of hope and trust! We can trust God for big and small matters! Especially when the matter is too big for us, beyond our resources! So instead of worry or trying to prove that 'you can', "turn to God, look up to Him! Tell Jesus, my hearts is not proud, my eyes are not raised too high (haughty). I put my trust in you. I can't but you can! I need you. I will put my hope in you! And I won't concern myself with matters too great or too awesome for me to grasp. Instead, I will calm and quiet myself, like a weaned child who no longer cries for its mother’s milk." 

Friends, put your hope in the Lord (not in your might nor your worry), now and always! ~plt18Nov16

Have a blessed weekend!

#pltwrites #wmcjakarta #iDevotion #worryortrust #prayingwithpsalm #psalm131 #whenthematteristoobig #learntotrust #putyourHopeintheLord #overcominglife

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...