Skip to main content
BROTHERS, WHAT SHOULD I DO?

““So let everyone in Israel know for certain that God has made this Jesus, whom you crucified, to be both Lord and Messiah!” Peter’s words pierced their hearts, and they said to him and to the other apostles, “Brothers, what should we do?” Acts of the Apostles 2:36-37 NLT

Two things I note in this chapter:
Peter was on fire, nothing could stop Him from preaching the good news of salvation, that Jesus is both the Lord and the Christ (Messiah or Saviour) (v36)

Second, Obviously people were interested, captivated and "listening" to what people had to say. 

What could have captured their attentions? Some possibilities: 1) the Holy Spirit is working in the hearers' hearts 2) Peter was on fire filled by the Holy Spirit (John Wesley said "set yourself on fire, and people will come to see you burnt"), 3) Peter are engaging, contextual, relating to Psalms (16, 110) which were familiar to the people. 

The conclusion "people listened"  and, Luke highlighted "Peter’s words pierced their hearts, and they said to him and to the other apostles, “Brothers, what should we do?”"

When was the last time the word of God pierced your hearts? How can we let the word of God touch our hearts? When was the last time we asked, "God what should I do?" After hearing or reading the word of God.

Listening is hard! We need His grace and mercy, to give our undivided attentions! We may blame it to the preachers for failing to capture our attentions. But the quickest solution perhaps ask God to give us a longing heart to hear His voice, His Truth. We need to know that "we need God and we long to know His words, to know His will!

By this, I believe our ability to listen to God is not controlled by the preacher but by the Spirit. We are captured by the Holy Spirit of God, not by the speaker!

Lord, have mercy on us! Once again, pour your Spirit on us, work in us and grant us an open and longing heart to listen to Your word, a willing heart to ask, "what should I do now? ~plt22nov16

#pltwrites #wmcjakarta #ActsofApostles #openhearts #longinghearts #listeningtoGod #HolySpirit #pircedbyHisWord #listeningtopreaching

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...