Skip to main content
CONVERSING PRAYER
(Psalm 131, Matthew 6:5-13—Preacher: Ps Paw Liang)
Prayer is an integral part of our relationship with God. Our God is a relational God. That’s why Jesus taught us to pray by calling, “Our Father.” The indwelling of the Holy Spirit (Rom 8:15-16) gives us the longing to commune and communicate with God, the Father. We don’t need to wait until we are perfect or holier to come to God.

First, come as who we are.
With all our weaknesses and sins. With all our strengths and goodness. Comes with all our complexity the mixture of good and bad. Just like a little child, they don’t hide anything from their parents or care givers. We come as who we are with a simple trust: God, our Loving Father will always be available and accept us. Who else can I turn to, if not to my God? Just like a little child, we just utter what is in our hearts and minds.

Second, Listening and Praying (Prayer and the Word)
A child learn to speak from what he/she has been spoke to. A child will pick up language from their surrounding! The child will not just utter a word by himself. The same principle applies in our prayer life. Our God is the God who communicates and talks to us. God speaks to us through His Bible. When we read the Bible, we are hearing God speaking to us. In prayer we’re responding ~ we learn to talk in God’s language. 
Prayer and the Word of God are like two sides of the coin. We listen and learn from God, we talk and respond to God in prayers. We grow in prayer and we grow through prayers.

Third, Knowing and Praying 
God knows each and every one of us, but how much do I know about God? A good relationship is when we know each other. We learn to know God not just based on our experience but through His word: God is holy, spirit, all powerful, all loving, infinite, merciful, just, wrath, wise, truth, etc. Prayer is not just a one way communication to place our petitions. But prayer is also a place where we learn to grow in the character of God. As we commune with God the Father, learning more about God and be inspired to grow in His character. Spiritual maturity comes when we become more and more like God, growing in the character of Christ. And this will happen, when we commune and communicate to Him in word and in prayer.

Come as who we are! As we relate and communicate with Him, may we grow to be more like Him! This will reflect in our prayer and our character.

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...