Skip to main content
UBUNTU: JESUS’S INTENTION?
1 Corinthians 12:1-11

“Therefore I want you to know that no-one who is speaking by the Spirit of God says, ‘Jesus be cursed,’ and no-one can say, ‘Jesus is Lord,’ except by the Holy Spirit.

Now to each one the manifestation of the Spirit is given for the common good.” 1 Corinthians‬ ‭12:3, 7‬ ‭NIV



The same Spirit who instills the faith in Jesus and enables us to confess with our hearts and our lips, also comes with Spiritual Gifts!

These gifts enrich our life! Not just for personal benefit and enjoyment but for common good! So we can use our gifts to bless and enrich each other. . The Spirit of God will never limit us to think just “about me and myself”. Instead, the Spirit will enlarge our hearts and capacity to include and care for others. The more we use the richer the gifts will become.

But if we only utilise the gifts for our own benefit, we are restricting God’s grace and belittling His power. God’s concern is for us living together as His people, striving and growing together into the likeness of Christ! (1 Thes 5:11)

This is the true spirit of the community of believers, of Jesus’ disciples. Yet somehow we tend to read our Bible through the individualistic lenses.

Perhaps we can learn from the African—the ubuntu philosophy: It was told that one day a missionary tied a bucket of cookies in a tree. He then asked a group of children to run for the cookies. The first to arrive could have the prize. But to his surprise, when he saw first boy who reached the cookies. Instead of grabing the cookies, he just sit under the tree and waiting for his other friends to arrive so he could share the cookies with them. The ubuntu spirit will not just think of personal enjoyment!

Ubuntu ngumtu ngabanye abantu” (“A person is a person through other people”). “One finger cannot pick up a grain.” Ubuntu is, at the same time, a deeply personal philosophy that calls on us to mirror our humanity for each other. To the observer, ubuntu can be seen and felt in the spirit of willing participation, unquestioning cooperation, warmth, openness, and personal dignity demonstrated by the indigenous black population. From the cradle, every black child inculcates these qualities so that by the time adulthood is reached, the ubuntu philosophy has become a way of being.

I believe we also need to inculcate this spirit of ubuntu which is similar if not the closest to Jesus’s heart! May God help us! ~plt270218

#pltwrites #1Corinthians #ubuntu #spiritualgifts #livingtogether #commongood #upholdeachother #buildeachotherup #gmcjakarta

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...