Skip to main content
LET’S COME FOR THIS COSTLY GRACE
.
“For I received from the Lord what I also passed on to you: the Lord Jesus, on the night he was betrayed, took bread, and when he had given thanks, he broke it and said, ‘This is my body, which is for you; do this in remembrance of me.’ In the same way, after supper he took the cup, saying, ‘This cup is the new covenant in my blood; do this, whenever you drink it, in remembrance of me.’
.
For those who eat and drink without discerning the body of Christ eat and drink judgment on themselves.”
‭‭1 Corinthians‬ ‭11:23-25, 29‬ ‭NIV
.
What does the Lord’s Supper mean to you? 
.
It’s a new covenant between Jesus Christ and all who accept Him to be their Redeemer! So, it’s a celebration of the new life in Christ! 
.
For the Wesleyans, it’s also a means of grace, not merely a symbol or a reminder per se! Christ’ grace does not stop on the Cross but it becomes alive in the Resurrection and continue to overflow in the lives of the redeemed by the presence of the Holy Spirit! (rom 15:13)
.
Each time “we come” to the Lord’s Table, we should come with a grateful, open and humble heart to receive His grace through the bread and wine! Grateful and humble to be Christ’s Covenant partner, the recipient of His precious grace! 
.
However, it’ll become a curse for those who take it for granted! (V29)Those who continue to sin, no regrets nor repentance, making no attempt to emulate their lives into the life of Christ (1 John2:6). But at the same time hoping to get benefit from God’s grace by participating in the Lord’s Table! Dietrich Bonhoeffer called this “cheap grace, the deadly enemy of our church today.”
.
The grace of Christ is the costly grace that will make us willing to give up everything in exchange for the life in Christ, to follow Christ footsteps, to be His disciples and to grow to be like Him! Let’s come to the Lord for this costly grace...
.
~plt130218
.
#pltwrites #1Corinthians #costlygracevscheapgrace#meansofgrace #theLordsupper #breadandwine#thebloodandthebodyofchrist

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...