Skip to main content

Finishing the Course
(Acts 20:22-27—Preacher: Ps Paw Liang)


“I consider my life worth nothing to me, if only I may finish the race and complete the task the Lord Jesus has given me—the task of testifying to the gospel of God’s grace.” (v24)

That’s Paul’s God’s given grace? How about you? Have you found your race—the God’s given life-mission? Everyone has a race to run. Whether you are a home-maker, a teacher, an entrepreneur, a pastor or other professionals. Psalm 139:13-14 tells us “You made all the delicate, inner parts of my body and knit me together in my mother’s womb. Thank you for making me so wonderfully complex!”God has a special race for each and everyone of us.

Second, with Christ (Mat 28:19), we should determine to finish well. Third, with God’s help nothing should deter me. Philippians 3:14, “I press on toward the goal to win the prize for which God has called me heavenward in Christ Jesus”.

Paul was given one of he toughest race to bring the Gospel of grace to the gentiles (2 Cor 11:16-33). He knew very well, his life will be in danger if he continued to go to Jerusalem, yet. Nothing could stop him.

What might made us quit? 1) failures and disappointments. Some failed projects, lack of appreciation, being misunderstood, difficult relationship and rejection. Amongst these, perhaps relationship is the most common. As servant of His grace, we should also live by His grace. 2) Oppositions/hardships—from outside, within the team or within ourselves where we often are not sure about ourselves; we have no peace within us and tend to blame it on others. Paul faced all these problems. 

Ministry above life

To finish the course, you must put the ministry that you received from the Lord above even life itself. (What I mean ministry is not just limited to our church or Christian service but our life as an entire service to God. In order to finish well the course we need to manage our life in such a way that all aspects (family, profession, church-relation and involvement, social life) come as a whole—well integrated. And all are aiming to achieve the life goal that Christ has set for us. In this fragmented society, if we are not careful we also tend to compartmentalized our life—to segregate church, family, social, and profession. Ask God for wisdom: How you can manage your life as a whole in a balanced way that all will aim to finish your God’s given race. None of are volunteers. Every one is a full-timer in God’s kingdom—we’re all God’s ministers with different gifts and unique make-up find our ‘cut” where we can fix in well into the tapestry of His church. And as a church, let’s find our gifts and unique make-up and God’s given mission—so we can fit into the tapestry of His Kingdom together with other churches.

To finish your course well:
First, find your God’s given race—your life mission.
Second, if this is from God, His presence will be with you. Determine to finish well. Third, with God’s help all others can be overcome.

Comments

Popular posts from this blog

Kehendakku vs KehendakMu "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42) Mira adalah ukuran kebahagian yang diinginkan oleh banyak orang. Cantik, tamatan luar negeri, orang tua yang masih sehat dan cukup kaya. Usia masih tigapuluh lima , menikah dengan suami yang baik dengan karir yang mantap , dilengkapi dengan dua orang putri yang sehat dan pintar. P ersis di puncak ke hidupan ini, tiba-tiba suaminya, Hendra , divonis kanker tulang belakang. Tidak sampai setahun, ajal menjemput Hendra . Mira sang janda yang masih cukup muda ini harus menata kembali hidupnya tanpa suami. Belum setahun berselang, ayah Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung dan ia pun tidak pernah kembali lagi ke rumah. Kembali Mira harus mengenakan kain kabungnya. Hanya beberapa bulan berselang, g ulungan awan k umulus kembali menyelimuti keluarga ini. Mira yang lincah dan cekatan, tiba-...
Cuma itu yang bisa saya lakukan, hanya kehadiran saja Saya jadi teringat: Musa meminta kepada Tuhan, " if your presence (kehadiran) does not go with us, do not send us from here " ( jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah menyuruh kami pergi dari tempat ini" (Kel 33:15) Kesibukan hidup menjadikan " kehadiran" menjadi sesuatu yg sulit kita berikan kepada orang lain, keluarga ( suami, istri, anak-anak, cucu2, atau orang tua) dan bahkan kepada Allah. Ironis, sama seperti Musa kita merindukan kehadiran Allah (hadiratNya) - kehadiran Roh Nya. Namun, apakah kita juga hadir di hadapanNya?  Ketika kita beribadah, baik sendiri maupun bersama-sama di gereja, apakah kita hadir di hadiratNya? secara jiwa, raga, hati, dan akal  budi? (Mar 12:30). Di hadapan orang-orang yang kita kasih? Ketika secara fisik kita hadir pun, perlu kita cek apakah Jiwa dan hati kita juga hadir di sana? Fenomena sekarang, ketika fisik sudah ...

Elok Rupa vs Elok Hati

oleh: Pdt. Dr. The Paw Liang  Seandainya Musa tidak cantik….. Tuhan mendengar seruan dan tangisan bangsa Israel di Mesir. Tuhan berbelas kasihan dan memutuskan untuk menghentikan penderitaan mereka. IA merencanakan dan mempersiapkan rencananya, Musa dipakai untuk melepaskan bangsaNya. Apakah Musa dipilih dari sekian banyak bayi laki-laki yang lahir atau kah memang sudah direncanakan oleh Tuhan sebelum Musa lahir bahwa pemimpin ini akan lahir dari suku Lewi, dari keluarga Amran dan Yokhebed. Ketika Musa lahir, Alkitab mencatat, “Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (Kel 2:2). Harun, abang Musa lahir sebelum Firaun mengeluarkan dekrit untuk membunuh bayi-bayi laki-laki Ibrani. Harun tiga tahun lebih tua dari Musa, adakah bayi lain yang lahir di antara mereka berdua? Tidak ada kepastian dalam hal ini. Namun sepertinya ada penekanan, “ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik …” tidak tega orang tuanya membunuhnya, maka disembunyikanlah bayi i...